Ridwan Yahya Raih Gelar Profesor Bidang Teknologi Hasil Hutan

Penerima Sertifikat Hak Paten dan Paten Pertama dimiliki Universitas Bengkulu dari Dirjen HAKI Kemenkumham.

Guru Besar Prof Dr Ir Ridwan Yahya, M.Sc (tiga dari kanan) bersama 3 guru besar lainnya usai dikukuhkan oleh Rektor Unib Dr Ridwan Nurazi dalam rapat senat terbuka Unib di ruang rapat rektorat Unib, Kamis, 26 September 2019. (Dok. Humas Unib)

iNFOSEMPURNA.com.BENGKULU – Dosen Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Ridwan Yahya berhasil meraih gelar Profesor di Bidang Teknologi Hasil Hutan.

Prof Dr Ir Ridwan Yahya, M.Sc sebagai Guru Besar Bidang Teknologi Hasil Hutan ini dikukuhkan oleh Rektor Unib Dr Ridwan Nurazi dalam rapat senat terbuka Unib di ruang rapat rektorat Unib, Kamis (26/9/2019) bersama 3 Profesor lainnya.

Selain Ridwan Yahyah, tiga Profesor yang juga dikukuhkan diantaranya Prof Dr Morina Adfa, S.Si, M.Si sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia, Prof Dr Irfan Gustian, S.Si, M.Si sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia Fisika dan Prof Ir Marulak Simarmata, M.Sc, Ph.D sebagai Guru Besar Bidang Pengendalian Gulma.

Rapat terbuka Senat Universitas Bengkulu dalam rangka pengukuhan guru besar itu dibuka dan dipimpin oleh Ketua Senat Universitas Ir Nusril, MMA, dihadiri para anggota senat, para guru besar, para dekan dan ketua-ketua lembaga dilingkup Unib, serta 200-an undangan dari instansi terkait maupun para kolega dan keluarga besar dari 4 guru besar yang dikukuhkan.

Sebelum dikukuhkan, Prof Ridwan Yahya di hadapan para undangan menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Pengembangan Metode Serial Cross Sections Dalam Pengamatan Dimensi Serat Serta Biokraft Pulping Campuran Batang dan Limbah Cabang Acacia Mangium untuk Memacu Ekspor Produk Pulp dan Kertas.”

Prof Morina Adfa memaparkan orasi ilmiah berjudul “Potensi Metabilit Sekunder Tumbuhan Lokal Sebagai Biopestisida.”

Kemudian, Prof Irfan Gustian menyampaikan orasi berjudul “Sel Bahan Bakar Dengan Tinjauan Membran : Sekilas Sintesis dan Karakterisasinya Serta Pemanfaatan Polimer Alami Sebagai Raw Material.”

Terakhir, Prof Marulak Simarmata menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pengendalian dan Pemanfaatan Gulma untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian.”

Dengan dikukuhkannya 4 guru besar tersebut, maka total jumlah guru besar di Unib saat ini bertambah menjadi 41 orang yang tersebar di lima fakultas dari delapan fakultas yang ada di Unib.

Kelima fakultas yang memiliki Guru Besar yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Pertanian (FP) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Sedangkan fakultas yang belum memiliki Guru Besar yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Dalam sambutannya, Rektor Unib Dr Ridwan Nurazi mengucapkan selamat kepada 4 guru besar yang telah dikukuhkan dan berharap dengan penambahan 4 professor ini, atmosfer akademik baik bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Unib semakin meningkat.

“Dengan penambahan 4 guru besar ini, kita juga semakin optimis UNIB akan meraih nilai A atau Unggul pada proses akreditasi yang akan dilakukan BANT-PT ke depannya,” pungkas rektor.

Alumni Kehutanan Unib, Arief Candra, S.Hut. M.Si mengungkapkan kebanggaannya atas gelar yang disandang oleh dosen yang  mengajar mata kuliah teknologi hasil hutan ini.

“Kami sebagai mahasiswa dan alumni kehutanan Unib sangat berbangga dan mengucapkan selamat kepada pak Ridwan Yahyah yang telah menjadi Guru Besar Universitas Bengkulu khususnya Jurusan Kehutanan,”ungkap Candra angkatan 1999 Kehutanan Unib ini.

Dengan bertambahnya Guru besar di Unib dan khususya di Jurusan Kehutanan ini, dirinya mengharapkan jurusan kehutanan ini dapat lebih maju dan berkembang serta segera menjadi salah satu Fakultas di Universitas terbesar di Provinsi Bengkulu ini.

Berikut ulasan singkat riwayat hidup dan kiprah Prof Ridwan Yahya:

Pria kelahiran Luwu – Sulawesi Selatan, 11 Mei 1968 ini adalah suami Emmi Halijah Simatupang dan Abbah dari dua anak yaitu Syaikhah Fathina Ridwan (Mahasiswa Kedokteran Unib) dan Athiyah Ghina Ridwan (Siswa SMAN 5 Kota Bengkulu. Dia merupakan salah satu dosen Unib berdedikasi tinggi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Unib.

Berkat kegigihannya menjalani pendidikan formal maupun non formal, melaksanakan tugas sebagai dosen yang baik dan bersahaja, banyak melakukan penelitian dan menghasilkan karya ilmiah serta publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal terakreditasi dan bereputasi nasional maupun internasional, akhirnya putra dari H Yahya Yasin, BA (Alm) dan Hj Hatipa Arsyad ini, kini berhasil menyandang gelar dan penghargaan akademik tertinggi yaitu Guru Besar bergelar Profesor.

Setelah melakukan banyak penelitian komponen kimia dari limbah cabang kayu mangium, Prof Ridwan Yahya menemukan ide untuk membuat pulp dari campuran batang dan limbah cabang mangium dengan perlakuan awal berupa pemberian jamur P. chrysosporium atau lebih dikenal dengan istilah biopulping. Invensi ini terpilih oleh Dikti untuk didaftarkan ke Dirjen HAKI. Setelah melalui beberapa tahap mulai pendaftaran, pemeriksaan substantive dengan waktu tunggu selama 6 tahun, akhirnya Dirjen HAKI kemenkumham menyatakan disetujui untuk diberi sertifikat Hak Paten. Ini sekaligus Paten pertama dimiliki Universitas Bengkulu dari Dirjen HAKI Kemenkumham.

Sebagai pencari ilmu dan teknologi, dari rangkaian panjang riset yang telah saya lakukan, akhirnya tibalah saya pada suatu kesimpulan yang sangat berharga bagi saya bahwa “Semakin banyak ilmu yang saya ketahui, maka semakin sadar saya, bahwa masih lebih banyak lagi ilmu yang belum saya ketahui. Allah-lah yang memiliki semua ilmu itu dan untuk kita mungkin hanya diberi setetes, sehingga tiada hak untuk kita membusungkan dada seraya berujar bahwa saya-lah orang berilmu,” ujar Prof Ridwan Yahya.

Keberhasilannya hingga meraih gelar profesor ini kata Prof Ridwan Yahya, tidak terlepas dari peran dan bantuan orang-orang hebat di sekelilingnya, khususnya orang tuanya H Yahya Yasin, BA (Alm) dan Hj Hatipa Arsyad yang sejak kecil tidak pernah membekali anaknya dengan materi semata tapi membekali anak-anaknya dengan ilmu pengetahuan. “Dia orang hebat. Ibu Saya hadir di sini. Gelar Guru Besar ini Saya persembahkan untuknya,” ujar Prof Ridwan seraya meminta Ibunya berdiri.

Pendidikan formal Ridwan Yahya diawali dengan menamatkan sekolah dasar di SDN 76 Malimongan Palopo, Sulawesi Selatan. Kemudian melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMPN 1 Palopo dan sekolah menengah atas di SMAN 1 Palopo – Sulawesi Selatan. Kemudian, Ridwan kuliah di Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) dan meraih gelar Sarjana (S1) tahun 1991.

Lalu pada tahun 1999-2001, Ridwan Yahya melanjutkan studi program magister (S2) ke University of the Philippines Los Banos, Philipines dengan meraih gelar M.Sc dan pada tahun 2009 hingga 2012 berhasil meraih gelar Ph.D (S3/Doktor) setelah menjalani setudi di Kyoto University, Jepang.

Mata kuliah yang pernah diampunya di Fakultas Pertanian Unib antara lain Teknologi Hasil Hutan, Teknologi Pengolah Kayu, Struktur dan Sifat Kayu, Teknologi Pulp dan Kertas, serta mata kuliah Sistem Pengelolaan dan Audit Lingkungan. (redaksi/cb/hms-unib/www.unib.ac.id)

Comments
Loading...