Hadapi Pandemi Covid-19, Pemkab Mura Siapkan 130.436 Paket Sembako

Salah satu warga desa di Kabupaten Musi Rawas saat menerima bantuan paket Sempurna yang diharapkan dapat mengurangi dampak dari Covid-19. (Dok. Infosdotcom)

iNFOSEMPURNA.com.MUSIRAWAS – Pencegahan dan Penanggulangan Dampak Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Musi Rawas menjadi prioritas Pemerintah dibawah kepemimpinan H Hendra Gunawan-Hj Suwarti. Hal ini dilihat dari alokasi anggaran dan peruntukannya baik di bidang kesehatan, jaring sosial maupun bantuan peningkatan perekonomian dan kebutuhan dasar masyarakat.

Khusus untuk bantuan pangan masyarakat, Pemkab Mura telah mengalokasikan anggaran Rp 38,6 Miliar yang diperuntukan bantuan sembako sebanyak 130.436 paket yang terbagi dalam lima tahap. Dimana untuk tahap pertama sebanyak 19.900 paket yang sudah dilaksanakan pada April lalu berupa beras sebanyak 199 Ton, kemudian tahap kedua sebanyak 27.634 KK terdiri dari 19.900 paket ke masyarakat dan selebihnya untuk guru ngaji, marbot, guru PAUD dan lain-lain yang sedang dilaksanakan.

“Kemudian, tahap ketiga akan dilaksanakan pada Juni mendatang dengan jumlah penerima yang sama, begiti juga untuk tahap keempat hingga Agustus,” ujar Sekertaris Daerah, EC Priskodesi didampingi Asisten II Setda Mura, H Aidil Rusman seperti yanh disadur harian Musirawas Ekspres, Rabu (20/05/2020) di ruang kerja Sekda.

Lebih lanjut Asisten II menjelaskan, bantuan diberikan kedua sampai tahap lima dengan rincian Beras 10Kg, Ayam satu ekor, Telur 15 butir, Cabe 1Kg, Buah Semangka 1 buah, Ikan 2Kg dan paket bantuan pangan yang meliputi Kecap, Gula dan Minyak Goreng.

Sekdes Muara Beliti Baru, Basarudin S.Pd saat menyerahan Bantuan Paket Sembako kepada Warga terdampak.(Dok. Infosotcom)

Dalam satu gerakan bansos tersebut, ada dua sasaran, pertama membantu masyarakat terdampak Covid-19 yang mmbtuhkan bantuan untuk kebutuhan hidup, kedua membantu usaha petani yang terdampak Covid-19.

“Seperti ayam, yang mengalami penurunan penjualan karena tidak adanya hajatan, kemudian telur juga sama tidak laku, panen cabe tidak ada yang membeli dalam skala besar termasuk semangka begitu juga ikan. Oleh karena itu, setiap bansos kita beli langsung dari petani, peternak dan pengusaha yang ada di Kabupaten Mura. Jadi bansos itu, dari masyarakat untuk masyarakat,” ujarnya.

Hanya saja masih katanya, isian bansos bisa saja berubah paketnya,karena OPD terkait terus melakukan inventarsir dan evaluasi yang akan datang. Dengan bantuan yang deberikan Pemkab Mura dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19, walupun ia mengakui masih kurang.

“Oleh karena itu, ditengah pandemi Covid-19 yang terdampak seperti tukang ojek dan tukang becak, bisa saja satu orang itu bisa dapat dua kali atau lebih. Intinya seluruh bahan yang kita bantu diambil dari dalam petani asli Musi Rawas,” jelasnya

Sementara itu, anggaran keseluruhan yang dialokasikan Pemkab Mura untuk dana penanganan Covid-19 totalnya mencapai  Rp133, 7 Miliar. Hanya saja, hingga saat ini baru teralisasi sebesar Rp 4,5 Miliar yang sudah mencakup tiga intruksi presiden, yakni kesehatan, jaring sosial dan penanganan dampak ekonomi.

Tim Relawan siaga desa menyerahkan bantuan paket sempurna langsung kerumah warga terdampak. (Dok. Infosdotcom)

Dikatakannya, adapun rincian penggunaan anggaran sebesar Rp 4,5 Miliar tersebut, yakni berupa belanja tak terduga seperti untuk bidang kesehatan sebesar Rp 2,02 Miliar untuk pembelian alat kesehatan mulai dari Alat Pelindung Diri (APD) dan sebagainya.

Kemudiam lanjut Aidil anggaran Rp 2 Miliar untuk Dinas Sosial (Dinsos) untuk membangun jaring sosial dan penanganan dampak ekonomi dengan penyaluran bantuan sosial (Bansos) di tahap pertama untuk 19.900 kepala keluarga (KK).

“Untuk Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) sebesar Rp 200 juta digunakan untuk kegiatan penyemprotan Disinfektan di 14 kecamatan. Hal ini sudah dilakukan dua putaran. Kemudian untuk operasional posko dan petugas BPBD,” kata Aidil Rusman.

Ditambahkannya, sedangkan sisanya Rp 280 juta diperuntukan untuk 14 kecamatan dalam Kabupaten Mura, yang juga digunakan untuk pencegahan dini dalam penangulangan Covid-19.

Terlepas dari itu, sesuai dengan intruksi pemerintah pusat untuk tahap kedua Pemkab Mura telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 87,16 Miliar yang nantinya akan digunakan untuk bansos, pembelian alat-alat kesehatan, pengadaan alat radiologi, biaya operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sobirin, menyiapkan RS Muara Beliti untuk dijadikan sebagai Fasilitas Darurat untuk ruang isolasi.

Bupati Musi Rawas H Hendra Gunawan didampingi Wabup Mura Hj Suwarti saat melepaskan armada pengangkut Paket Sempurna di Halaman Kantor Bupati Musi Rawas. (Dok. Infosdotcom)

“Termasuk juga ventilor ruang isloasi dan tempat tidur, kemudian penyiapan tempat karantina di Wisma Silampari dan Hotel Cozy untuk warga yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), baik biaya hotel, biaya makan dan vitamin untuk orang dikarantina,” jelasnya.

Sedangkan untuk tahap ketiga sambung Asisten, Pemkab Mura juga sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 41,7 Miliar untuk belanja tidak terduga yang dicadangkan, namun penggunaannya melihat perkembangan Covid-19 di Kabupaten Mura, baik untuk bidang kesehatan, jejaring sosial dan dampak ekonomi.

“Selain itu, kalau pemerintah pusat menggratiskan tagihan PLN, Pemkab Mura mengambil kebijakan untuk penggratisan tagihan PAM selama tiga bulan (April, Mei dan Juni) untuk 32.323 sambungan rumah (SR) dengan kategori rumah tidak mampu. Dimana tagihan tersebut ditalangi oleh Pemkab Mura yang dibebankan dalam dana penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Pemkab Mura juga memberikan informasi terkait dengan penanganan Covid-19 terutama untuk pemberian bantuan masyarakat, baik untuk bansos maupun penyedian APD kesehatan dan lain-lain.(Red/Am/Murek)

Comments
Loading...